Tanjung Enim, 23 Juni 2026 — Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, Rumah Sakit Bukit Asam Medika (RSBAM) menyelenggarakan Inhouse Training Code Blue pada 23 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen RSBAM dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapan tim dalam memberikan respons cepat terhadap pasien yang mengalami kondisi kritis, khususnya henti jantung dan henti napas.
Code Blue merupakan sistem respons kegawatdaruratan yang membutuhkan koordinasi dan kecepatan seluruh tim. Dalam kondisi kritis, setiap detik memiliki arti. Oleh karena itu, kesiapan petugas dalam mengenali kondisi kegawatdaruratan, mengaktifkan sistem Code Blue, serta memberikan pertolongan secara tepat dan terkoordinasi menjadi hal yang sangat penting.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan mengenai pengenalan kondisi kegawatdaruratan, mekanisme aktivasi Code Blue, pembagian peran tim, serta respons awal terhadap pasien yang membutuhkan resusitasi.
Tidak hanya berfokus pada teori, kegiatan juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami penerapan prosedur melalui simulasi dan praktik penanganan kegawatdaruratan. Simulasi tersebut menjadi sarana untuk melatih komunikasi, koordinasi, kecepatan respons, serta ketepatan tindakan dalam situasi yang membutuhkan penanganan segera.
Penanganan kondisi kegawatdaruratan di rumah sakit tidak dapat dilakukan oleh satu orang saja. Diperlukan kerja sama lintas profesi dengan pembagian peran yang jelas dan komunikasi yang efektif.
Melalui Inhouse Training Code Blue, RSBAM terus membangun budaya “siap, sigap, dan terkoordinasi” dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Setiap tenaga kesehatan diharapkan mampu memahami perannya sehingga respons terhadap kondisi kritis dapat dilakukan secara cepat dan sesuai prosedur.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan penguatan terhadap sistem respons kegawatdaruratan yang telah diterapkan di lingkungan RSBAM.
Bagi RSBAM, peningkatan kompetensi bukan sekadar memenuhi standar pelayanan, tetapi merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Dengan semangat kolaborasi dan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan, RSBAM terus melangkah untuk memastikan setiap tim siap memberikan respons terbaik ketika dibutuhkan.
Karena dalam kegawatdaruratan, setiap detik berarti. Bersama, kita siap merespons, siap menolong, dan siap menyelamatkan.