Gawat Darurat
0813-6666-8443
Call Center
0812-78152100
Pendaftaran
0852-74687701
Gawat Darurat
0813-85647349
Call Center
0812-78152100
Pendaftaran Online
0852-74687701
HANTAVIRUS
Dibuat pada : 2026-05-29

Si Kecil Hantavirus yang Perkasa


Mengenal Hantavirus: Waspadai Risiko dari Lingkungan dan Hewan Pengerat

Hantavirus adalah kelompok virus yang umumnya dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus. Manusia dapat terinfeksi terutama melalui paparan terhadap urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terkontaminasi dan kemudian masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan, mata, mulut, atau luka pada kulit.

Infeksi hantavirus dapat menyebabkan penyakit dengan tingkat keparahan yang beragam. Beberapa jenis hantavirus dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), sedangkan jenis lainnya dapat menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Bagaimana Hantavirus Menular?

Risiko penularan dapat meningkat ketika seseorang berada di lingkungan yang terdapat banyak hewan pengerat, terutama saat membersihkan tempat yang terkontaminasi kotoran atau urine tikus.

Paparan dapat terjadi ketika debu atau partikel yang terkontaminasi terangkat ke udara saat menyapu atau membersihkan ruangan.

Penularan antarmanusia sangat jarang untuk sebagian besar hantavirus, meskipun beberapa jenis tertentu dapat menular melalui kontak dekat. Karena itu, pencegahan terutama berfokus pada pengendalian hewan pengerat dan menghindari paparan terhadap lingkungan yang terkontaminasi.

Kenali Gejalanya

Gejala awal infeksi hantavirus dapat menyerupai penyakit lain, seperti:

  • Demam.

  • Kelelahan.

  • Sakit kepala.

  • Nyeri otot.

  • Mual atau muntah.

  • Nyeri perut.

Pada kondisi tertentu, penyakit dapat berkembang menjadi lebih berat dan menyebabkan gangguan pernapasan atau gangguan fungsi ginjal. Jika muncul gejala berat, terutama setelah memiliki riwayat paparan terhadap tikus atau lingkungan yang terkontaminasi, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengurangi kontak dengan hewan pengerat dan menjaga kebersihan lingkungan, antara lain:

  1. Jaga kebersihan rumah dan tempat kerja agar tidak menjadi tempat bersarang tikus.

  2. Simpan makanan dalam wadah tertutup dan jangan meninggalkan sisa makanan terbuka.

  3. Tutup celah atau lubang yang dapat menjadi akses masuk tikus.

  4. Hindari menyentuh kotoran atau urine tikus secara langsung.

  5. Saat membersihkan area yang diduga terkontaminasi, hindari menyapu atau menggunakan metode yang dapat membuat debu terkontaminasi beterbangan. Gunakan metode pembersihan yang sesuai dan alat pelindung diri.

  6. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah melakukan aktivitas yang berpotensi menyebabkan paparan.

Waspada Tanpa Panik

Hantavirus merupakan penyakit yang perlu dikenali, terutama bagi orang yang tinggal atau bekerja di lingkungan dengan risiko paparan hewan pengerat. Menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, dan menerapkan cara pembersihan yang aman merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko.

Kenali risikonya, jaga kebersihan lingkungan, dan jangan abaikan gejala setelah terpapar hewan pengerat.

Lingkungan bersih, risiko berkurang, kesehatan terlindungi.