Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikel halus yang terbawa udara dapat mengganggu saluran pernapasan, mata, dan kulit, terutama pada anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan.
Saat terjadi hujan abu vulkanik, jangan panik. Kenali langkah sederhana berikut untuk menjaga kesehatan Anda dan keluarga.
Lindungi hidung dan mulut saat berada di luar rumah. Masker membantu mengurangi masuknya partikel abu vulkanik ke saluran pernapasan.
Gunakan kacamata pelindung apabila harus berada di area yang terpapar abu. Hindari mengucek mata jika terkena abu.
Jika kondisi udara dipenuhi abu vulkanik, sebaiknya tetap berada di dalam ruangan. Hindari aktivitas di luar rumah sampai kondisi dinyatakan aman.
Kurangi masuknya abu ke dalam rumah dengan menutup pintu, jendela, dan ventilasi yang memungkinkan abu masuk.
Jangan mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya oleh pihak berwenang. Ikuti informasi dan arahan resmi terkait aktivitas gunung api.
Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan batuk, iritasi tenggorokan, sesak atau sulit bernapas, serta iritasi mata. Jika muncul keluhan yang berat atau kondisi semakin memburuk, segera cari pertolongan medis.
Ingat: keselamatan adalah prioritas.
Lindungi diri, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita dengan mengikuti informasi resmi serta menerapkan langkah perlindungan yang tepat selama terjadi paparan abu vulkanik.
Kenali risikonya, lindungi diri, dan jangan abaikan gejala kesehatan.
RSBAM — Peduli Kesehatan Anda dan Keluarga.
Bagikan informasi ini kepada keluarga, teman, dan orang-orang terdekat agar semakin banyak yang mengetahui cara melindungi diri saat terjadi abu vulkanik.